Jumat, 25 Februari 2011

lagu cinta

lagu cinta


Waktu Terbaik Bercinta

Posted: 25 Feb 2011 03:28 PM PST

Waktu Terbaik Bercinta. Otak memiliki ritme kerja teratur yang dipengaruhi jam biologis, pola tidur, sensitivitas cahaya, dan faktor keturunan. Ini seringkali membuat kondisi otak tak sesuai dengan aktivitas yang tengah dijalani.

Menyelaraskan aktivitas sehari-hari dengan ritme kerja otak pun menjadi penting demi mengoptimalkan kualitas hidup. Tak hanya menyehatkan, tapi juga membuat tubuh bugar, lebih berenergi dan tidak stres. Ini bukan hal aneh karena sistem tubuh diatur di otak.

Berikut ritme kerja otak yang berulang setiap 24 jam, seperti dikutip dari laman Shine:

Pukul 05.00 – 09.00 : Puaskan gairah seksual
“Saat yang paling tepat untuk bercinta adalah ketika Anda bangun tidur,” ujar Ilia Karatsoreos, PhD, ahli saraf Universitas Rockefeller. Ini karena produksi hormon cinta atau oksitoksin yang melimpah ketika bangun tidur.

Pereliti asal Inggris telah membuktikan bahwa hormon oksitoksin di pagi hari pada pria akan menurun seiring datangnya siang. Demi kehidupan seksual yang lebih baik dan ikatan emosional lebih kuat, tidak ada salahnya bercinta sebelum memulai aktivitas di luar rumah.

09.00 – 11.00 : Maksimalkan kreativitas
“Pada jam ini, otak memiliki tingkat hormon stres atau kortisol yang rendah, sehingga Anda bisa lebih fokus dalam berpikir,” ujar Sung Lee, MD, sekretaris International Brain Education Association.

Menurut penelitian Universitas Michigan, mahasiswa sampai pensiunan memiliki ketajaman berpikir yang sama di pagi hari, namun akan berkurang di sore hari. “Pada umur produktif, Anda akan lebih fokus di pagi hari,” ujar Carolyn Yoon, PhD, salah satu peneliti.

Anda dapat memaksimalkan kerja otak Anda dengan membangung ide-ide baru, membuat presentasi, atau memecahkan suatu masalah, pada periode waktu ini.

11.00 – 14.00 : Selesaikan pekerjaan
Saat ini terjadi penurunan level hormon melatonin, hormon yang menyebabkan rasa kantuk. Artinya, Anda dapat mengerjakan banyak proyek. Para peneliti asal Jerman menemukan bahwa manusia dapat
melakukan banyak pekerjaan di siang hari.

Namun, kerjakan satu per satu tugas Anda. Jangan biarkan Anda tersesat dalam tumpukan tugas yang belum terselesaikan. Sebab, ini dapat mengakibatkan kebingungan pada otak dan Anda pun akan
kehilangan konsentrasi untuk menyelesaikan tugas-tugas Anda.

14.00 – 15.00 : Saatnya istirahat
“Untuk mencerna makanan, tubuh Anda akan mengarahkan aliran darah dari otak ke perut,” ujar Sung Lee. Berdasarkan penelitian Unversitas Harvard, Anda akan merasakan kantuk dan malas setelah
makan karena jam biologis Anda berada pada fase terendah.

Lupakan sejenak pekerjaan. Tak harus tidur, Anda dapat membuka akun situs pertemanan atau membaca majalah. Jika Anda diharuskan bekerja, sempatkan sejenak menenggak segelas atau dua gelas air. Ini bisa memaksa perpindahan aliran darah dari perut ke otak. “Air meningkatkan volume darah dan sirkulasi, dan membuat aliran darah menuju otak,” ujarnya.

15.00 – 18.00 : Berolahragalah!
“Otak Anda akan mengalami kepanikan saat ini,” ujar Paul Nussbaum, PhD, ahli psikologi syaraf dan penulis ‘Your Brain Health Lifestyle’. Namun, bukan berarti Anda mengalami stres. Menurut para peneliti Unversitas Michigan, level hormon kortisol pada wanita mengalami penurunan di sore hari.

Berolahraga bisa menjadi pilihan yang tepat karena kekuatan, ketangkasan, dan ketrampilan fisik berada dalam level yang paling tinggi di malam hari. Namun, jika Anda berolahraga terlalu malam, sisa adrenalin akan mengganggu waktu tidur sebagian orang. Pergi ke pusat kebugaran sebelum makan malam adalah pilihan yang tepat.

18.00 – 20.00 : Waktunya santai
Menurut para peneliti, di waktu ini otak memasuki fase yang disebut ‘wake maintenance’. Otak memproduksi melatonin, hormon yang mengatur jam biologis manusia. Sisa energi Anda akan digunakan
untuk menstimulasi serotonin, hormon pengendali mood atau semangat. Saat ini adalah waktu yang tepat untuk jalan-jalan, berbincang-bincang ringan dengan suami dan anak Anda, atau mungkin teman Anda.

20.00 – 22.00 : Bersiaplah tidur
Anda akan cepat merasakan kantuk karena melatonin meningkat dengan cepat. Namun di saat yang sama, banyaknya serotonin dalam tubuh mulai menurun. “80 persen dari serotonin terstimulasi oleh sensitivitas cahaya, Anda pun akan merasa lelah,” ujar Rubin Naiman, PhD, spesialis tidur dan asisten profesor bidang obat-obatan Universitas Arizona.

Waktunya untuk Anda merasakan kenyamanan dan tidak memikirkan hal-hal yang berat. “Ketika malam tiba, otak Anda akan merasa lelah, saat ini waktu yang paling tepat untuk membawa diri Anda terlelap,” ujarnya.

vivanews.com Waktu Terbaik Bercinta

Setia dan Percaya

Posted: 25 Feb 2011 03:26 PM PST

Setia dan Percaya. “Duduk tepekur dan menginginkan sesuatu, tidak membuat seseorang menjadi besar. Allah sudah mengirim ikan, tetapi memasang umpan dan menangkapnya harus kau lakukan sendiri”.

Memang Tuhan tahu bahwa manusia tidak amat menghargai sesuatu yang diperolehnya dengan cara mudah. Semua yang didapatnya dengan cucur keringat dan susah payah, itulah yang manusia hargai.

Tuhan bersabda: Manusia tidak mungkin mengabdi pada dua tuan. Maka mustahil bila kita mengabdi pada Tuhan dan sekaligus pada Mamon. Setia itu harus total dan tidak terbagi. Tengoklah contoh pasangan suami isteri yang kendati segala rintangan dan godaan, sanggup bertahan dalam institut perkawinan dan setia selama 25 tahun atau pun sampai merayakan pesta emas perkawinan.

Shakespeare menulis: Kesetiaan harus dibuktikan dalam perbuatan, bukan hanya melalui kata-kata kosong belaka. Kesetiaan itu akan membeku begitu berada dalam hati yang dingin. Ini berarti kita harus mengabdi pada Tuhan dengan kesetiaan penuh dan dengan hati hangat oleh cinta. Apalah arti hidup ini jika tidak hangat oleh api kasih dan cinta, maka semua akan terasa hambar.

Perkara yang tidak kalah pentingnya ialah percaya atau iman. Iman atau kepercayaan adalah suatu proses yang edukatif yang mengajar tentang hakekat masalah-masalah hidup. Misalnya di balik sebuah masalah hidup yang besar dan sulit, Tuhan sudah menyiapkan dengan diam-diam kebahagiaan bagi yang bertahan dengan teguh. Orang yang kurang dalam imannya barangkali akan menghadapi masalah ini: ia menjadi putus asa. Manusia yang dalam imannya sangat sadar akan “metode” yang digunakan oleh Tuhan. Namun jangan pernah berpikir bahwa bila kita memiliki iman yang teguh, kita tidak ditimpa kesulitan hidup.

Benyamin Franklin menulis: “Sudah lama saya hidup dan semakin lama hidup ini semakin percayalah saya akan kebenaran itu bahwa Tuhan mengatur seluruh hidup manusia. Kita tidak perlu tahu, bagaimana iman itu bekerja, tetapi ia betul bekerja.

Tuhan sendiri berkata: “Berbahagialah mereka yang tidak melihat tetapi percaya” (Yoh 20, 29). Maka mulai hari ini kita mau hidup dengan bermakna, berbakti dan percaya kepada Tuhan dan berguna bagi sesama.

Seorang psikiater bercerita tentang pasiennya yang heran melihat ada Kitab Suci di atas meja kerja si dokter. Menjawab keheranannya, psikiater itu berkata: “Kitab Suci adalah buku dari segala buku yang mengandung begitu banyak kebijksanaan dan hal-hal mengenai hidup. Seandainya semua orang memiliki Kitab Suci dan mempelajarinya dengan teliti, maka menjadi penganggurlah kami para psikiater.”

kabarindonesia.com Setia dan Percaya

redakan Nyeri Lewat Sentuhan Cinta

Posted: 25 Feb 2011 05:26 AM PST

redakan Nyeri Lewat Sentuhan Cinta. Merasa nyeri dan sakit di tubuh? Coba pandangi foto-foto orang terkasih. Penelitian Stanford University mengungkap, memandang foto-foto orang tercinta memiliki kekuatan meredakan nyeri.

Seperti dikutip dari DailyMail, para peneliti menemukan bahwa gambar pasangan romantis bekerja seperti parasetamol atau obat-obatan yang bekerja meredakan sakit di daerah nyeri. Studi melihat hubungan antara keterikatan emosional dan berkurangnya rasa sakit.

Penelitian dilakukan dengan melakukan pemindaian otak mahasiswa yang mengalami sakit akibat stimulasi panas yang diterapkan di kulit mereka. Dalam waktu yang sama, mereka dihadapkan pada foto orang-orang yang mereka cintai.

Neuroscientist Jarred Younger menemukan, melihat gambar-gambar orang tercinta mampu mengurangi rasa nyeri antara 36-44 persen, dan rasa ketidaknyamanan menurun hingga 13 persen. Penelitian ini dipublikasikan di jurnal AS Public Library of Science.

Dalam analisis terpisah, sejumlah psikolog University of California mengembangkan studi terhadap 25 wanita yang berhubungan dekat dengan kekasihnya. Kali ini, medote memandang foto diganti dengan sentuhan orang terkasih bersamaan dengan penerapan rasa sakit.

Hasilnya, para wanita menunjukkan rasa sakit yang berkurang secara signifikan ketika memegang tangan pasangannya. Menyentuh orang terkasih memiliki efek analgesia yang sama dengan ketika memandangi foto pasangan terkasih. Dan ini bisa menjadi obat pereda sakit alami yang aman.

vivanews.com redakan Nyeri Lewat Sentuhan Cinta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar